Narasi pengalaman saat di Phillippines
Tanggal 20 hari
yang ditunggu-tunggu pun datang. Hari dimana Saya, teman saya dan dosen
pembimbing saya akan pergi ke Phillippines Saya masih tidak percaya
bahwa Saya bisa pergi ke Phillippines dalam rangka mengikuti program
kampus “Credit Earnings For Summer Course In AUF Phillippines “. Saya
merasa bangga terhadap diri sendiri karena terpilih menjadi wakil dari kampus
untuk mengikuti perkuliahan di AUF (Angeles University Foundation)
selama satu setengah bulan atau 6 minggu. Ini adalah kali pertamanya Saya pergi
ke luar negeri dan hal ini membuat Saya sedikit gugup. Dan akhirnya Saya sampai
di Phillipines sekitar pukul 6 sore, dan Saya dan teman-teman pun disambut oleh
dosen perwakilan dari AUF dan Kami diantar menuju dorm, tempat yang akan Kami
tinggali nanti. Letak dorm nya di sebelah AUF RESIDENCE II, dorm Kami dikelola
oleh Mampaz dan suaminya Kuya Caloy. Tempatnya sangat nyaman dan aman.
Kami akan
mengikuti kegiatan belajar mengajar disana dengan murid keperawatan AUF, Kami
sebagai observer. Disana Kami akan mengikuti dua mata kuliah, Keperawatan Jiwa dan
kelas Nutrisi. Sebelumnya Kami belum pernah mendapatkan mata kuliah Keperawatan
Jiwa di UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) karena mata kuliah tersebut
akan dida oleh mahasiswa tingkat tiga sedangkan Kami adalah mahasiswa tingkat
dua . lalu untuk mata kuliah nutriisi, sebelumnya Kami sudah menerima mata
kuliah tersebut di semester tiga
23 Maret 2108,
Hari pertama kuliah di AUF Phillipines merupakan hari yang ditunggu-tunggu dan
hari yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Kami berangkat kuliah pada
pukul 08.30 karena kita akan kuliah jam 6. Jarak dari Dorm ke AUF sekitar 5
menit ditempuh dengan berjalan kaki, dan ini tidak memakan banyak waktu. Saat
pertama kali Saya masuk kelas di AUF, Saya sangat antusias sekaligus sedikit
terkejut karena saat pemberian materi semua disajikan dengan Bahasa Inggris
sebagai kata pengantar. Mungkin karena Saya belum terbiasa dengan pembelajaran
yang seluruh nya memakai Bahasa Inggris dan untuk komunikasinya otomatis
menggunakan Bahasa Inggris pula.
Untuk metode
pembelajaran di AUF , setiap akan memulai membahas suatu bab, dosen akan
memberikan sebuah handout atau materi sebelum memulai pelajaran sehingga
mahasiswa bisa mempelajarinya terlebih dahulu, dan saat dosen menjelaskan
mahasiswa tidak perlu menulis materi yang ada di PPT lagi namun menulis apa
yang dosen jelaskan kepada mahasiswa yang tidak ada di PPT. Setiap dosen
menyelesaikan setiap materi, maka akan diadakan quiz untuk mengukur seberapa
dalam mahasiswa menguasai materi dan nilai quiz juga akan membantu nilai
mahasiswa di skor akhir. Setiap malam pun Saya haru membuka materi kembali
karena jika tidak Saya tidak bisa mengisi pertanyaan quiz, selama mata kuliah Keperawatan
Jiwa Saya selalu mendapatkan nilai
rendah, padahal Saya sudah mempelajari materi , mungkin Keperawatan Jiwa belum mampu Saya kuasai di AUF ini. Namun
untuk mata kuliah Nutrisi nilai quiz Saya bisa dikatakan baik dan melebihi
harapan.
Saya juga
mengikuti UTS dan UAS. Untuk UTS Saya akan mendapatkan 100 soal dan untuk UAS Saya
akan mendapatkan 200 soal , 100 soal untuk materi UTS dan 100 soal untuk materi
setelah UTS. Maka jika UAS Kami harus menghapal seluruh materi yang telah
diberikan oleh dosen. Saat UAS Kami setiap mahasiswa diberikan permen coklat 2
buah untuk menenangkan otak kita yang sedang dipaksa untuk bekerja lebih.
Untuk makanan,
disana sulit untuk mendapatkan makanan halal, karena mayoritas orang Phillippines
menganut agama Kristen Katolik, sehingga Muslim disana adalah minoritas.
Makanan disana kebanyakan mengandung daging babi, karena daging babi merupakan menu
utama yang mereka sukai. Banyak makanan khas Phillippines yang
mengandung daging babi, sepeti Palabok, Pork Adobo, Sinigag, Bicol express, Paksiw
Na Lenchon dan Isaw. Sehingga Kami tidak bisa mencicipi semua
makanan khas Phillippines, jadi Saya hanya bisa mencicipi makanan khas
seperti Kwek-kwek, Halo-halo, Chiken Adobo dan Balut . Kwek-kwek
adalah telur puyuh yang dilapisi dengan tepung terigu yang berwarna orang, Halo-halo
adalah sebuah dessert, bila di Indonesia bisa dikatakan “es campur” yang
berisikan eh serut, es krim ubi ungu, kacang-kacangan, nangka, nata de
coco dan susu. Chiken adobo
memiliki rasa yang sama sepeti semuar ayam kecap. Dan yang terakhir adalah Balut
, hanya ada di phillippines , yaitu kudapan berupa embrio bebek yang
baru berumur 17 hari ketika paruh, bulu cakar dabn tulang masih belum terbentuk
sempurna yang disantap denga garam dan cuka.
Untuk makan
sehari-hari, setiap minggu Kami selalu pergi kepasar untuk membeli bahan
masakan , seperti sayuran kangkung , wortel, labu siam, bayam, telur, tahu dan
lain-lain. Di pasar Kami tidak pernah membeli ayam karena disetiap toko yang
menjual ayam, pasti disamping ayam tersebut ada daging babi, sehingga untuk
datang ke toko nya saja sudah enggan. Untuk lauknya kadang Kami membeli udang
kecil atau ikan . keadaan pasarnya sama seperti di Indonesia tidak ada bedanya.
Tetapi Saya tidak
usah khawatir karena tidak bisa memakan daging ayam halal, karena disamping
dorm Kami ada sebuah halal food eater sehingga jika Kami bosan karena
hampir setiap hari Kami makan sayuuran, Kami bisa mendatangi warung tersebut
dan membeli ayam, satu porsi ayam sama dengan 15 ribu di Indonesia. Warung
tersebut adalah milik orang India, Molik. Dan yang mengejutkannya lagi
pemiliknya menguasai Bahasa Indonesia karena Ia pernah tinggal di Malaysia.
Teman Kami,
Steffanie pernah memasak chiken adobo dan pasta carbonara, Saya khususnya
sangat tersanjung karena semua bahan Steff yang membelinya, aku tidak tahu
harus mengatakan apa selain terimakasih. Dan Kami dan teman angkatan tahun 3
pernah mengajak Kami ke street food dan disana banyak makanan khas
Phillipine mungkin di Indonesia bisa dikatakan “gorengan“. Walaupun Saya di
Phillipine makan enak tapi makanan Indonesia tidak ada yang bisa mengalahkan ke
enakannya. Selama disana Saya meridukan mie ayam, cilok, cimol, bakso dan makan
tanpa meragukan kandungan yang ada di dalamnya- meragukan apakah ada daging
babinya atau tidak.
Keadaan linkungan
di Phillppine hampir sama dengan di Indonesia, kumur banyak sampah dimana-mana
, selokan yang kotor dan masih banyak anak jalanan yang selalu mengemis-ngemis.
Hal yang paling ditakutkan Saya saat disana adalah saat hujan turun. Mengapa?
karena jika saat hujan turun air akan naik karena sanitasi airnya tidak
berfungsi dengan baik, air yang naik berwarna hitam, bau nya pun sangat tidak
sedap. Jika mengenai kulit maka langsung Saya kulit yang terkena akan langsung
gatal-gatal dan panas. Walaupun saat Saya disana adalah musim panas, tetap saja
hujan sering terjadi saat malam hari. Dan jika hujan akan datang disertai
petir, listrik pun pasti dipadamkan dan air pun tidak akan menyala. Setiap
malam di pinggir selokan selalu terdapat banyak kecoa yang berkeliaran dan itu
menunjukan bahwa selokan tersebut sangat kotor .
Untuk angkutan
umum khas Phillipine adalah Jeepney, semacam angkot di Indonesia. kita cukup
membayar 8 peso setara dengan Rp.2.500 untuk jauh dekat dan Jeepney tidak
pernah berhenti lama untuk menunggu penumpang, namu Jeepney akan terus berjalan
mengangkut penumpang yang sudah menunggunya di pinggir jalan. Walaupun seperti
itu Jeepney selalu dipenuhi penumpang atau tidak pernah kosong. Karena disana
masyarakat jarang memiliki motor pibadi, mereka lebih suka berpergian dengan
angkutan umum selain murah dan ramah lingkungan. Harga bahan bakan pun
tergolong mahal karena untuk 1 liter premium seharga Rp.15.000 dan premium
merupakan kualitas yang terbaik disana. Masyarakat Phillippines pun
sudah banyak yang disiplin, mereka selalu menyebrang di zebra cross dan sangat
menghargi pejalan kaki, karena setiap kita mau menyerangi jalan mobil dan motor
sudah berhenti dengan sendirinya tanpa kita harus menunggu lama.
Banyak persamaan
kata antara Phillippines dengan
Bahasa Indonesia misanya nasi, mahal, murah, payung, kambing, mangga, bawang,
kangkung, aku , pintu , dapat dan ito. Karena masih satu rumpun antara
Indonesia, Malaysia dan Phillipina. Saat teman Phillipines Kami mendengarkan
percakapan Kami dalam Bahasa Indonesia mereka mengatakan bahwa Kami seperti
berbicara Bahasa Tagalog.
Setelah Kami menyelesaikan kelas Keperawatan Jiwa , Kami akan
memasuki kelas Nutrisi, kelas Nutrisi mempunyai level yang sama seperti Saya
karena mereka adalah mahasiswa keperawatan tahun kedua. Pada kelas Nutrisi Kami
harus menjalani puasa Ramadhan dan itu sedikit sulit dan Saya belum terbiasa
dengan suasana Ramadhan disini.Saya harus berpuasa kurang lebih 14 jam lamanya
dan untuk tarawih Saya harus menaiki tricycle dahulu, yaitu motor dengan 3 roda
yang bisa mengangkut untuk 5 orang sekaligus. Saat di masjid Saya merasa tidak
nyaman karena udara yang sangat panas dan kulit terus menerus mengeluarkan
produksi keringat. Saat disana Kami pernah tidak sahur beberapa kali karena ibu
kos tidak mengetahui bahwa kita sedang berpuasa dan harus sahur di pagi buta ,
ibu kos mengunci pintu menuju dapur, Kami sudah mengetuk pintu dan
memanggil-manggil namanya tapi tetap tidak ada jawaban Kami pun harus
menjalankan puasa tanpa sahur.
Kami memberi tahu teman-teman Kami bahwa Kami sedang berpusa, Kami
berpuasa selama 30 hari tanpa minum dan tanpa makan atau istilah dari
keperawatan yaitu NPO ( Nil Per Os ) atau Nothing per Oral . mereka sangat
terkejut karena itu sangat menyiksa katanya dan mereka bilang mereka tidak
mampu. Kami hanya tersenyum dan mereka menyangkan karena Kami tidak bisa
menghabiskan waktu bersama untuk makan siang .
Saat kelas Nutrisi menjadi kelas yang paling menyenangkan menurut Saya,
karena dosen yang mengampunya mempunyai rasa humor yang tinggi dan Kami selalu
tertawa atas setiap tingkah nya. Ia bernama Pak Isabelto Nabong atau sering
dipanggil Pak Nabong. Pak Nabong menjelaskan secara rinci dan dengan selalu
menjelaskan dengan contoh yang mudah dimengerti. Selama kelas Nutrisi, setiap
selasa dan Kamis adalah kelas laboratorium. Saat kelas laboratorium, mahasiswa
selalu diberikan tugas yang berhubungan dengan materi yang telah dijelasakan
dosen sebelumnya. Jadi persentasi itu menyangkut praktek lapangan yang sesuai
dengan materi. Saat mereka memaparkan hasil tugas lapangan mereka selalu ada 3
dosen yang akan menilai, persentasi dinilai dengan maksimal dengan menanyai
satu per satu mahasiswa dengan pertanyaan yang cukup sulit atau kita harus
menganalisis nya dulu terkait materi yang sudah dijelaskan , mahasiswa harus
menguasai materi dengan benar kalau tidak , maka mahasiswa tidak akan mampu
menjawab pertanyaan dari dosen penilai. Mahasiswa lainpun yang mendengarkan
diharuskan membuat satu pertanyaan untuk mahsiswa yang sedang perentasi, nanti
dosen akan menunjuk mahasiswa dan mahasiswa tersebut wajib untuk bertanya
karena ini adalah untuk tambahan nilai akhir.
Pada minggu
terakhir summer course ini mahasiswa diharuskan untuk memasak. Latihan
memasak untuk pasien dengan keluhan yang berbeda-beda, contohnya hipertensi,
diabetes, stroke, pasien dengan penyakit paru, gagal ginjal, gagal jantung.
Karena setiap penyakit perlu diet khusus, misalnya diabetes pasien harus
mengikuti diet kalori dan gagal ginjal harus diet rendah sodium atau rendah
garam. Setelah mereka selesai memasak 3
dosen penguji dan penilai akan mencicipi makanan tersebut dan menyakan
pertanyaan menyangkut makan tersebut dan alasan mengapa mereka memilih hidangan
tersebut. Saat kelas memasak terakhir mahasiswa harus memasak makanan khas dari
beberapa Negara seperti Italia, mexico, Korea, China dan Vietnam. dan suasana
dikelas menjadi seperti mengikuti acara Master Cheff , karena mahasiswa
dituntut untuk memasak dalam jangka waktu tertetu. Kelompok Saya membuat
masakan Italian, yang pasti itu adalah pasta. Walaupun Saya dan teman- teman
sedang berpuasa, Kami tetap membantu mereka dan Kami berinisiatif untuk membawa
box makan untuk membekal makanan yang telah Kami masak disana untuk buka puasa
nanti.
Hari terakhir Kami
pun harus mengerjakan UAS lagi, dan Alhamdulillah, banyak soal yang dapat Saya
kerjakan karena sebelumnya Saya pernah mengikuti matakuliah Nutrisi di
Indonesia. Kami saling berpamitan satu sama lain, ini sangat menyedihkan karena
Saya dan teman-teman sudah menyesuaikan dan sudah nyaman berada disini. Tidak
terasa sudah tanggal 4 lagi , tanggal dimana Kami harus pulang ke Indonesia, Saya merasa senang
sekaligus sedih , seang karena Saya akan pulang ke Indonesia dan sedihnya Saya
harus meninggalkan teman-teman disana. Semoga suatu saat Saya dapat bertemu
dengan mereka lagi.
itu dia kawan pengalaman aku di Phillipina.... ini belum semua loh wkwk masih banyak cerita lagi, semoga dengan membaca ini kalian punya motivasi untuk pergi ke luar neger dan semangat cari pengalaman baruuuu...
dadahh~
by: finican