Sabtu, 07 Juli 2018

Narasi Di Phillipines

ini adalah narasi saat aku ada di Phillippina... berhubung ini tujuannya adalah untuk tugas uas wkwk jadi dengan ini aku ga perlu ikut uas penulisan ilmiah keperawatan hahaha


Narasi pengalaman saat di Phillippines  
            Tanggal 20 hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Hari dimana Saya, teman saya dan dosen pembimbing saya akan pergi ke Phillippines Saya masih tidak percaya bahwa Saya bisa pergi ke Phillippines dalam rangka mengikuti program kampus “Credit Earnings For Summer Course In AUF Phillippines “. Saya merasa bangga terhadap diri sendiri karena terpilih menjadi wakil dari kampus untuk mengikuti perkuliahan di AUF (Angeles University Foundation) selama satu setengah bulan atau 6 minggu. Ini adalah kali pertamanya Saya pergi ke luar negeri dan hal ini membuat Saya sedikit gugup. Dan akhirnya Saya sampai di Phillipines sekitar pukul 6 sore, dan Saya dan teman-teman pun disambut oleh dosen perwakilan dari AUF dan Kami diantar menuju dorm, tempat yang akan Kami tinggali nanti. Letak dorm nya di sebelah AUF RESIDENCE II, dorm Kami dikelola oleh Mampaz dan suaminya Kuya Caloy. Tempatnya sangat nyaman dan aman.
            Kami akan mengikuti kegiatan belajar mengajar disana dengan murid keperawatan AUF, Kami sebagai observer. Disana Kami akan mengikuti dua mata kuliah, Keperawatan Jiwa dan kelas Nutrisi. Sebelumnya Kami belum pernah mendapatkan mata kuliah Keperawatan Jiwa di UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) karena mata kuliah tersebut akan dida oleh mahasiswa tingkat tiga sedangkan Kami adalah mahasiswa tingkat dua . lalu untuk mata kuliah nutriisi, sebelumnya Kami sudah menerima mata kuliah tersebut di semester tiga
            23 Maret 2108, Hari pertama kuliah di AUF Phillipines merupakan hari yang ditunggu-tunggu dan hari yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Kami berangkat kuliah pada pukul 08.30 karena kita akan kuliah jam 6. Jarak dari Dorm ke AUF sekitar 5 menit ditempuh dengan berjalan kaki, dan ini tidak memakan banyak waktu. Saat pertama kali Saya masuk kelas di AUF, Saya sangat antusias sekaligus sedikit terkejut karena saat pemberian materi semua disajikan dengan Bahasa Inggris sebagai kata pengantar. Mungkin karena Saya belum terbiasa dengan pembelajaran yang seluruh nya memakai Bahasa Inggris dan untuk komunikasinya otomatis menggunakan Bahasa Inggris pula.
            Untuk metode pembelajaran di AUF , setiap akan memulai membahas suatu bab, dosen akan memberikan sebuah handout atau materi sebelum memulai pelajaran sehingga mahasiswa bisa mempelajarinya terlebih dahulu, dan saat dosen menjelaskan mahasiswa tidak perlu menulis materi yang ada di PPT lagi namun menulis apa yang dosen jelaskan kepada mahasiswa yang tidak ada di PPT. Setiap dosen menyelesaikan setiap materi, maka akan diadakan quiz untuk mengukur seberapa dalam mahasiswa menguasai materi dan nilai quiz juga akan membantu nilai mahasiswa di skor akhir. Setiap malam pun Saya haru membuka materi kembali karena jika tidak Saya tidak bisa mengisi pertanyaan quiz, selama mata kuliah Keperawatan Jiwa  Saya selalu mendapatkan nilai rendah, padahal Saya sudah mempelajari materi , mungkin Keperawatan Jiwa  belum mampu Saya kuasai di AUF ini. Namun untuk mata kuliah Nutrisi nilai quiz Saya bisa dikatakan baik dan melebihi harapan.
            Saya juga mengikuti UTS dan UAS. Untuk UTS Saya akan mendapatkan 100 soal dan untuk UAS Saya akan mendapatkan 200 soal , 100 soal untuk materi UTS dan 100 soal untuk materi setelah UTS. Maka jika UAS Kami harus menghapal seluruh materi yang telah diberikan oleh dosen. Saat UAS Kami setiap mahasiswa diberikan permen coklat 2 buah untuk menenangkan otak kita yang sedang dipaksa untuk bekerja lebih.
            Untuk makanan, disana sulit untuk mendapatkan makanan halal, karena mayoritas orang Phillippines menganut agama Kristen Katolik, sehingga Muslim disana adalah minoritas. Makanan disana kebanyakan mengandung daging babi, karena daging babi merupakan menu utama yang mereka sukai. Banyak makanan khas Phillippines yang mengandung daging babi, sepeti Palabok, Pork Adobo, Sinigag, Bicol express, Paksiw Na Lenchon dan Isaw. Sehingga Kami tidak bisa mencicipi semua makanan khas Phillippines, jadi Saya hanya bisa mencicipi makanan khas seperti Kwek-kwek, Halo-halo, Chiken Adobo dan Balut . Kwek-kwek adalah telur puyuh yang dilapisi dengan tepung terigu yang berwarna orang, Halo-halo adalah sebuah dessert, bila di Indonesia bisa dikatakan “es campur” yang berisikan eh serut, es krim ubi ungu, kacang-kacangan, nangka, nata de coco  dan susu. Chiken adobo memiliki rasa yang sama sepeti semuar ayam kecap. Dan yang terakhir adalah Balut , hanya ada di phillippines , yaitu kudapan berupa embrio bebek yang baru berumur 17 hari ketika paruh, bulu cakar dabn tulang masih belum terbentuk sempurna yang disantap denga garam dan cuka.
            Untuk makan sehari-hari, setiap minggu Kami selalu pergi kepasar untuk membeli bahan masakan , seperti sayuran kangkung , wortel, labu siam, bayam, telur, tahu dan lain-lain. Di pasar Kami tidak pernah membeli ayam karena disetiap toko yang menjual ayam, pasti disamping ayam tersebut ada daging babi, sehingga untuk datang ke toko nya saja sudah enggan. Untuk lauknya kadang Kami membeli udang kecil atau ikan . keadaan pasarnya sama seperti di Indonesia tidak ada bedanya.
            Tetapi Saya tidak usah khawatir karena tidak bisa memakan daging ayam halal, karena disamping dorm Kami ada sebuah halal food eater sehingga jika Kami bosan karena hampir setiap hari Kami makan sayuuran, Kami bisa mendatangi warung tersebut dan membeli ayam, satu porsi ayam sama dengan 15 ribu di Indonesia. Warung tersebut adalah milik orang India, Molik. Dan yang mengejutkannya lagi pemiliknya menguasai Bahasa Indonesia karena Ia pernah tinggal di Malaysia.
            Teman Kami, Steffanie pernah memasak chiken adobo dan pasta carbonara, Saya khususnya sangat tersanjung karena semua bahan Steff yang membelinya, aku tidak tahu harus mengatakan apa selain terimakasih. Dan Kami dan teman angkatan tahun 3 pernah mengajak Kami ke street food dan disana banyak makanan khas Phillipine mungkin di Indonesia bisa dikatakan “gorengan“. Walaupun Saya di Phillipine makan enak tapi makanan Indonesia tidak ada yang bisa mengalahkan ke enakannya. Selama disana Saya meridukan mie ayam, cilok, cimol, bakso dan makan tanpa meragukan kandungan yang ada di dalamnya- meragukan apakah ada daging babinya atau tidak.
            Keadaan linkungan di Phillppine hampir sama dengan di Indonesia, kumur banyak sampah dimana-mana , selokan yang kotor dan masih banyak anak jalanan yang selalu mengemis-ngemis. Hal yang paling ditakutkan Saya saat disana adalah saat hujan turun. Mengapa? karena jika saat hujan turun air akan naik karena sanitasi airnya tidak berfungsi dengan baik, air yang naik berwarna hitam, bau nya pun sangat tidak sedap. Jika mengenai kulit maka langsung Saya kulit yang terkena akan langsung gatal-gatal dan panas. Walaupun saat Saya disana adalah musim panas, tetap saja hujan sering terjadi saat malam hari. Dan jika hujan akan datang disertai petir, listrik pun pasti dipadamkan dan air pun tidak akan menyala. Setiap malam di pinggir selokan selalu terdapat banyak kecoa yang berkeliaran dan itu menunjukan bahwa selokan tersebut sangat kotor .
            Untuk angkutan umum khas Phillipine adalah Jeepney, semacam angkot di Indonesia. kita cukup membayar 8 peso setara dengan Rp.2.500 untuk jauh dekat dan Jeepney tidak pernah berhenti lama untuk menunggu penumpang, namu Jeepney akan terus berjalan mengangkut penumpang yang sudah menunggunya di pinggir jalan. Walaupun seperti itu Jeepney selalu dipenuhi penumpang atau tidak pernah kosong. Karena disana masyarakat jarang memiliki motor pibadi, mereka lebih suka berpergian dengan angkutan umum selain murah dan ramah lingkungan. Harga bahan bakan pun tergolong mahal karena untuk 1 liter premium seharga Rp.15.000 dan premium merupakan kualitas yang terbaik disana. Masyarakat Phillippines pun sudah banyak yang disiplin, mereka selalu menyebrang di zebra cross dan sangat menghargi pejalan kaki, karena setiap kita mau menyerangi jalan mobil dan motor sudah berhenti dengan sendirinya tanpa kita harus menunggu lama.
            Banyak persamaan kata antara Phillippines  dengan Bahasa Indonesia misanya nasi, mahal, murah, payung, kambing, mangga, bawang, kangkung, aku , pintu , dapat dan ito. Karena masih satu rumpun antara Indonesia, Malaysia dan Phillipina. Saat teman Phillipines Kami mendengarkan percakapan Kami dalam Bahasa Indonesia mereka mengatakan bahwa Kami seperti berbicara Bahasa Tagalog.
           
Setelah Kami menyelesaikan kelas Keperawatan Jiwa , Kami akan memasuki kelas Nutrisi, kelas Nutrisi mempunyai level yang sama seperti Saya karena mereka adalah mahasiswa keperawatan tahun kedua. Pada kelas Nutrisi Kami harus menjalani puasa Ramadhan dan itu sedikit sulit dan Saya belum terbiasa dengan suasana Ramadhan disini.Saya harus berpuasa kurang lebih 14 jam lamanya dan untuk tarawih Saya harus menaiki tricycle dahulu, yaitu motor dengan 3 roda yang bisa mengangkut untuk 5 orang sekaligus. Saat di masjid Saya merasa tidak nyaman karena udara yang sangat panas dan kulit terus menerus mengeluarkan produksi keringat. Saat disana Kami pernah tidak sahur beberapa kali karena ibu kos tidak mengetahui bahwa kita sedang berpuasa dan harus sahur di pagi buta , ibu kos mengunci pintu menuju dapur, Kami sudah mengetuk pintu dan memanggil-manggil namanya tapi tetap tidak ada jawaban Kami pun harus menjalankan puasa tanpa sahur.
Kami memberi tahu teman-teman Kami bahwa Kami sedang berpusa, Kami berpuasa selama 30 hari tanpa minum dan tanpa makan atau istilah dari keperawatan yaitu NPO ( Nil Per Os ) atau Nothing per Oral . mereka sangat terkejut karena itu sangat menyiksa katanya dan mereka bilang mereka tidak mampu. Kami hanya tersenyum dan mereka menyangkan karena Kami tidak bisa menghabiskan waktu bersama untuk makan siang . 
Saat kelas Nutrisi menjadi kelas yang paling menyenangkan menurut Saya, karena dosen yang mengampunya mempunyai rasa humor yang tinggi dan Kami selalu tertawa atas setiap tingkah nya. Ia bernama Pak Isabelto Nabong atau sering dipanggil Pak Nabong. Pak Nabong menjelaskan secara rinci dan dengan selalu menjelaskan dengan contoh yang mudah dimengerti. Selama kelas Nutrisi, setiap selasa dan Kamis adalah kelas laboratorium. Saat kelas laboratorium, mahasiswa selalu diberikan tugas yang berhubungan dengan materi yang telah dijelasakan dosen sebelumnya. Jadi persentasi itu menyangkut praktek lapangan yang sesuai dengan materi. Saat mereka memaparkan hasil tugas lapangan mereka selalu ada 3 dosen yang akan menilai, persentasi dinilai dengan maksimal dengan menanyai satu per satu mahasiswa dengan pertanyaan yang cukup sulit atau kita harus menganalisis nya dulu terkait materi yang sudah dijelaskan , mahasiswa harus menguasai materi dengan benar kalau tidak , maka mahasiswa tidak akan mampu menjawab pertanyaan dari dosen penilai. Mahasiswa lainpun yang mendengarkan diharuskan membuat satu pertanyaan untuk mahsiswa yang sedang perentasi, nanti dosen akan menunjuk mahasiswa dan mahasiswa tersebut wajib untuk bertanya karena ini adalah untuk tambahan nilai akhir.
            Pada minggu terakhir summer course ini mahasiswa diharuskan untuk memasak. Latihan memasak untuk pasien dengan keluhan yang berbeda-beda, contohnya hipertensi, diabetes, stroke, pasien dengan penyakit paru, gagal ginjal, gagal jantung. Karena setiap penyakit perlu diet khusus, misalnya diabetes pasien harus mengikuti diet kalori dan gagal ginjal harus diet rendah sodium atau rendah garam. Setelah mereka selesai memasak 3  dosen penguji dan penilai akan mencicipi makanan tersebut dan menyakan pertanyaan menyangkut makan tersebut dan alasan mengapa mereka memilih hidangan tersebut. Saat kelas memasak terakhir mahasiswa harus memasak makanan khas dari beberapa Negara seperti Italia, mexico, Korea, China dan Vietnam. dan suasana dikelas menjadi seperti mengikuti acara Master Cheff , karena mahasiswa dituntut untuk memasak dalam jangka waktu tertetu. Kelompok Saya membuat masakan Italian, yang pasti itu adalah pasta. Walaupun Saya dan teman- teman sedang berpuasa, Kami tetap membantu mereka dan Kami berinisiatif untuk membawa box makan untuk membekal makanan yang telah Kami masak disana untuk buka puasa nanti.
            Hari terakhir Kami pun harus mengerjakan UAS lagi, dan Alhamdulillah, banyak soal yang dapat Saya kerjakan karena sebelumnya Saya pernah mengikuti matakuliah Nutrisi di Indonesia. Kami saling berpamitan satu sama lain, ini sangat menyedihkan karena Saya dan teman-teman sudah menyesuaikan dan sudah nyaman berada disini. Tidak terasa sudah tanggal 4 lagi , tanggal dimana Kami harus  pulang ke Indonesia, Saya merasa senang sekaligus sedih , seang karena Saya akan pulang ke Indonesia dan sedihnya Saya harus meninggalkan teman-teman disana. Semoga suatu saat Saya dapat bertemu dengan mereka lagi.



itu dia kawan pengalaman aku di Phillipina.... ini belum semua loh wkwk masih banyak cerita lagi, semoga dengan membaca ini kalian punya motivasi untuk pergi ke luar neger dan semangat cari pengalaman baruuuu...
dadahh~
by: finican