Hi, sobat
Perkenalkan aku Fini. Disini aku mau berbagi informasi nih mengenai study abroad. Tapi sebelum itu perkenalan dulu ya. Nama saya Fini Cantigi Ram, u can call me Fini , asli anak Bandung yang merantau ke Purwokerto, Jawa tengah. Kuliah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), tau ? kalo ngga bisa klik link nya disini for further information http://www.ump.ac.id . sekarang aku udah semester 7, alias udah taun terakhir, aku ambil jurusan keperawan S1 di fakultas Ilmu kesehatan. Oh iya, I’m 21 Y.O. the eldest child dari keluarga Ram.
I’m here wanna talk about study abroad. Yaa I’ve got scholarship from government, called Dikti. Dikti ACC our proposal yang diajukan oleh fakultas universitasku, FIKES (Fakultas Ilmu Kesehatan). FYI dana yang diberikan Dikti itu sekitar 30 juta per anak, ya kampus kita memberi peluang hanya 3 mahasiswa saja. beasiswa ini di ajukan akhir tahun 2018, pengumuman proposal beasiswa akan cair pada bulan Agustus. Awalnya kampus yang direncanakan adalah AUF (Angeles University Foundation) di Philippine namun karena pihak AUF slow respond pada permintaan kampus kami dan kampus kami yang sudah MOU dengan Malaysia mencoba untuk bekerja sama dalam program pertukaran pelajar. Management and Science University (MSU) adalah kampus di Malaysia akan kami tuju.
Program yang akan kami ikuti adalah Global Mobility Program atau GMP. GMP ini di targetkan untuk international students, diantaranya Indonesia, India, China, Japan, Korea, Australia, Brunei, Sri Langka, Pakistan , UK dan masih banyak lagi. Lamanya study in MSU ini sekitar 6 bulan atau 1 semester. Ya, jadi kami akan ambil 1 semester disini which is yaitu sem 7. Course yang akan kami ambil otomatis Nursing Departement, atau Bachelor of Nursing di Faculty Health and Life Science. *note: untuk kalian yang penasaran nanti aku kasih link nya yaa*
Mahasiswa yang akan pergi ke Malaysia ada 3 mahasiswi, diantaranya Fini Alfiani Cantigi ram, Vieta Galuh Cahyani dan Shinta Antin Kumalasari. Kami semua dari semester 7 namun kami dari kelas yang berbeda-beda. Pemilihan dilakukan dengan cara wawancara, test tulis, tes Bahasa Inggris dan CV. Mungkin diantara kalian, terlihat mudah untuk menjalani rangkaian test karena kita tidak membuat essay sebagai tiket untuk pass the test. Namun, hal yang berat adalah beban mental. Mengapa? Ya kami sedang melakukan research atau skripsi. Kami hanya diberi waktu 1 bulan kurang untuk menuntaskan proposal skripsi dan kami harus melanjutkan skripsi di negeri orang dan tetap mengambil sampel di Indonesia.
Dan saat kami pulang ke Indonesia kami akan dihadapkan dengan persentasi SEMHAS dan Ujian mata kuliah yang tak sempat kami lakukan di Indonesia. YAA, kami akan dianggap masuk kelas, namun sayangnya I don’t have any idea for the subjects or the material, but yeah, I believe that I can do this, just believe” If GOD let me passed this selection to study abroad, Then yeah He gave me a chance. He knows me so well that I can pass through it. It’s the best way for me.
In that case, kita harus jauh dari teman-teman yang sekarang lagi waktunya mereka Seminar Proposal dan kita akan saling memberi bingkisan atau jajanan kepada mereka sebagai tanda bahwa mereka telah berhasil melewati perjuangan membuat proposal yang sana-sini revisi dan coretan pena pembimbing yang selalu menghiasi proposal, itu adalah moment di perkuliahan yang tidak akan kami rasakan.Dan dan dan aku harus let someone pergi karena dia gamau LDR, jujur aku tuh udah nyaman banget sama dia eh dianya gtu padahal, I’ll try my best kalau nanti LDR. Nangisnya dan galaunya sebulan lebih pas dia ngilang. Eh malah curhat. Maap maap.
Nah segitu dulu teman yang mau aku sampaikan, tunggu another postingan blog aku mnegenai persyaratan untuk study di Malaysia karena jujur, Malaysia punya aturan yang ketat dan prosedur yang ribet untuk membuat visa.
Kalau ada yang mau kamu tanyain, apapun itu, tulis di komentar yaa sayangku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar